
Setelah beristirahat semalam di Banda Aceh, pagi-pagi kami harus
segera bergegas menuju pelabuhan ferry Ulee Lheue. Para sahabat yang
juga offroader dari Banda Aceh mengingatkan jika jadwal kapal ke Sabang
agak ajaib. Bisa dipercepat jika penumpangnya padat. Kebetulan
perjalanan ini mendekati hari raya Idul Adha atau Lebaran Haji. Banyak
penduduk Aceh yang pulang kampung. Dari Sabang ke Banda Aceh atau
sebaliknya Banda Aceh ke Sabang.
Makanya atas saran dari para sahabat, meskipun jadwal kapal ke
Sabang baru pukul 11.00 WIB siang kami harus antri di lokasi pelabuhan
minimal dari jam 7 pagi. Oh ya kapasitas angkut kapal ferry memang
tidaklah besar, maksimal 30 kendaraan. Sampai di lokasi tiba-tiba ada
kabar jika kapal lambat (ferry) akan berangkat pukul 09.00 WIB. Kami pun
segera bergegas. Kalau lebih cepat menyeberang tentu lebih
menyenangkan. Karena kami jadi punya waktu lebih banyak berada di pulau
Sabang.
Sampai di pelabuhan ferry Balohan – Sabang sekitar pukul 11 siang.
Kami segera menuju kota Sabang, sahabat kami Ari Poenbit dari komunitas
off-road pulau Sabang dan juga dokter Togu akan mengawal kami menuju
tugu “Nol” kilometer. Tanpa menunggu waktu lama 3 Terios langsung bawa
menuju tujuan akhir perjalanan panjang ini.
Akhirnya tiga unit Daihatsu Terios (2 matik dan 1 manual) berhasil
kami bawa mencapai titik “Nol” kilometer di ujung pulau Weh, Provinsi
Aceh Nanggroe Darussalam pada pukul 12.48 WIB. Perjalanan yang penuh
pengalaman menarik selama 15 hari yang dimulai dari VLC Sunter Jakarta
dengan total jarak 3.657 km berakhir sudah. Yihaaa….! Terima kasih
banyak Tuhan atas berkah perlindunganMu!
Di Sabang, rombongan Terios 7-Wonders sudah ditunggu oleh para
petinggi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) antara lain, Amelia Tjandra, Rio
Sanggau, Elvina Afny, Guntur Mulja dan beberapa wartawan nasional dari
Jakarta yang diajak khusus menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Anggota
tim 7-Wonders yang terdiri dari Tunggul Birawa (leader), Insuhendang,
Bimo S Soeryadi, Ismail Ashland, Aseri, Toni, Arizona Sudiro, Endi
Supriatna, Enuh Witarsa, David Setyawan (ADM), Rokky Irvayandi (ADM)
mendapat ucapan selamat dari yang hadir di tugu “Nol” Kilometer.
“Selamat! Terima kasih tim Terios 7-Wonders sudah berhasil
mennyelesaikan seluruh etape perjalanan panjang ini tanpa ada kendala
berarti. Terbukti Terios adalah SUV yang tangguh!” komentar Amelia
Tjandra Direktur Marketing PT ADM.
Seremoni singkat menandai berakhirnya ekspedisi ini dilakukan di
Tugu “Nol” Kilometer. Plakat Terios 7-Wonders yang dibawa tim diserahkan
oleh Tunggul Birawa selaku komandan tim kepada Amelia Tjandra.
Selanjutnya plakat ini diserahkan kepada dr. Togu yang mewakili pemda
Sabang. Plakat ini akan ditanam di lokasi yang memang sudah disediakan
di sekitar lokasi tugu Nol Kilometer.
Setelah berfoto-foto sejenak, rombongan segera menuju ke Anoi Itam
Resort Sabang untuk makan siang. Usai makan siang kami harus bergegas ke
pelaburan ferry Baloha untuk segera naik kapal cepat Pulau Rondo. Kapal
ini merupakan kapal terakhir dari Sabang menuju Banda Aceh. Kapal
segera berangkat ketika jam menunjukan pukul 16.00 WIB. Sementara 3
Terios baru bisa dibawa ke Banda Aceh keesokan harinya pukul 08.00 WIB
dengan kapal ferry.
Seluruh tim kecuali Insuhendang yang tinggal di Pulau Sabang untuk
mengawal 3 Terios sampai di Banda Aceh dengan perasaan lega. Saatnya
menikmati Banda Aceh dengan tenang. Hehehehe… Tujuan pertama menikmati
kopi Ulee Kareeng baru setelah itu mengunjungi Masjid Raya Aceh dan juga
menikmati kuliner Mie Aceh yang disiapkan oleh sahabat daihatsu Alex HM
yang juga ketua organda Banda Aceh.